Archive for July 31st, 2008
Mutiara Kata 2
Dari al-Hasan bin Ali r.a katanya :
“Orang yang murah hati ialah orang yang suka menderma dengan sesuatu kebaikan sebelum diminta. Suka memberi makan di mana-mana tempat saja. Sentiasa belas kasihan terhadap peminta-peminta sedekah dengan membelanjakan apa saja yang ada pada dirinya”.
Dari buku BIMBINGAN MUKMININ,
terjemahan Syed Ahmad Semait,
Pustaka Nasional, Singapura.
Dari Abdullah bin Ja’far pula berkata:
“Tebarkan kebaikan itu di mana-mana saja laksana langit menghujani bumi. Andaikata kebaikanmu itu sampai kepada orang-orang yang mulia hatinya, maka sudah sememangnya mereka itu ahli yang patut menerima kebaikan-kebaikan itu. Tetapi kiranya kebaikanmu itu sampai ke tangan orang-orang yang rendah budinya, maka cukuplah anda menjadi ahli yang suka menebarkan kebaikan itu”.
Dari buku BIMBINGAN MUKMININ,
terjemahan Syed Ahmad Semait,
Pustaka Nasional, Singapura.
Rangkai syair dari Imam Syafi’i
Wahai hati,
yang tergopoh-gapah!
Atas harga yang kan kudermakan
terhadap manusia melarat,
Manusia perwira dan terhormat,
Keuzuranku kepadamu yang
datang meminta,
Aku tak punya,
Itulah salahnya
yang ada pada diriku.
Dari buku BIMBINGAN MUKMININ,
terjemahan Syed Ahmad Semait,
Pustaka Nasional, Singapura.
Sabda Rasullah s.a.w yang bermaksud,
“Tidak akan memasuki syurga sesiapa yang terdapat di dalam hatinya sebesar atom dari kesombongan. Maka berkata seorang lelaki: Seseorang kami mahu melihat pakaiannya bagus dan kasutnya bagus. Kata Nabi: Sesungguhnya Allah itu Elok suka kepada semua yang elok. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan manusia.”
Riwayat Muslim
Imam Syafi’i pernah berkata di dalam syairnya :
Biarkan orang yang jika menemuimu pura-pura beribadat dan bila bersendirian tak ubah dia serigala yang mengganas.
Sabda Rasullah s.a.w yang bermaksud,
“Satu dinar yang engkau belanjakannya pada jalan Allah dan satu dinar lagi yang engkau belanjakannya pada memerdekakan hamba sahaya dan satu dinar lagi yang engkau belanjakannya kerana bersedekah dan satu dinar lagi yang engkau belanjakannya kepada anak isterimu, yang paling utama ialah dinar yang engkau belanjakannya kepada anak isterimu itu!”
Riwayat Muslim
Setakat di sini dulu. Segala yang baik itu datangnya dari Allah manakala yang buruk itu adalah kelemahan diriku sendiri. Akan di sambung kemudian.
Ada sesiapa yang ingin menyumbangkan mutiara kata yang baik-baik? Di persilakan menghantar mutiara kata anda kepada saya melalui contact form di bawah.
Dari : http://www.hijab-batik.com.
Wassalam.
Malam Pertama
MALAM PERTAMA

Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, menciptakan kegelapan dan cahaya. Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, menciptakan malaikat sebagai utusanNya. Malaikat yang memiliki sayap dua hingga empat. Allah Maha Kuasa untuk menambahkan sesuatu yang Ia kehendaki pada hambaNya, kerana Ia Maha Kuasa untuk melakukan segala apapun.
Aku bersaksi, tidak ada ilah yang berhak di sembah selain Allah saja. Tiada sekutu bagiNya. Aku juga bersaksi, bahawa Muhammad adalah hamba dan rasulNya. Di utus oleh Rabbnya sebagai pemberi petunjuk, khabar gembira dan peringatan, serta penyeru kepada Allah dengan izinNya, sebagai penyuluh yang terang. Ia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati ummah dan berjihad di jalan Allah hingga akhir hayat. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada dirinya, keluarga dan para sahabatnya.
Kutinggalkan tempat tidurku pada suatu hari, kemudian kutersekap diam membisu.
Kubur adalah malam pertama.
Demi Allah, katakanlah apa yang terjadi dengan dua malam, yang Allah pasti mentakdirkannya pada setiap hamba?
Malam pertama ia masih berada di rumah. Bersama anak dan keluarga lainnya dalam keadaan bahagia penuh keceriaan. Hidup dalam kesenangan dan kesihatan yang terjamin. Tertawa melihat tingkah laku anak-anaknya yang lucu, demikian pula ia di tertawakan oleh anak-anaknya.
Lalu tiba-tiba di sergah oleh malam kedua. Malam saat ia di jemput oleh kematian, untuk kemudian di kubur dalam lahat.
Malam kedua itu adalah malam pertama ia berada di alam kubur. Seorang penyair Arab pernah melantunkan syairnya,
“Kutinggalkan tempat tidurku pada suatu hari, kemudian ketersekap diam membisu.
Aku telah berpindah dari satu tempat menuju tempat lain.
Aku berangkat pergi dari ranjang tidur dalam istanaku menuju alam lain.
Apa gerangan yang mendatangiku saat tidur?”
Itulah peristiwa yang menempatkan manusia pada liang lahat. Sendiri di cekam sunyi. Tak ada isteri, anak atau sahabat karib. yang ada hanya amal.
Ayat yang bermaksud,
“Hari, saat mereka di kembalikan kepada Allah-sebagai Tuhan mereka yang haq-. Ketahuilah, milik Allah lah segala keputusan dan Dia adakah Dzat yang Maha Cepat HisabNya.” (Al-An’am: 62).
Inilah malam pertama di alam kubur, yang membuat mata ulama sembab oleh tangis. Menjadi keluhan para orang-orang bijak. Menjadi inspirasi para penyair dan penulis dalam menghasilkan syair dan menulis buku.
Di kisahkan, seseorang yang di kenal sebagai pria shaleh, sedang dalam kondisi sakaratul maut kerana di gigit ular berbisa. Waktu itu ia sedang dalam sebuat perjalanan dan lupa meninggalkan pesan kepada keluarganya. Dalam detik-detik terakhir menuju perpindahannya ke alam baka itulah ia menghasilkan sebuat syair,
Cahaya berkilau memancar,
Saat aku di tinggal paksa.
Disebabkan ular jahat yang menipu.
Mereka berkata, “jangan menjauh”, padahal tak ada tempat selain lahat ini.
Mereka berkata,”Mengapa begitu cepat aku meninggalkan anak-anakku”
Mengapa aku pergi, padahal belum sempat meminta izin kepada orangtuaku.
Beginikah akhir sebuah kehidupan…? Beginikah caraku pergi meninggalkan dunia?
Beginikah caraku meninggalkan semua harga dan kedudukanku dalam waktu yang begitu singkat?
Ia menceritakan dirinya,
Para sahabat dan orang-orang yang menguburku berkata, “Jangan menjauh dari Allah.
Bagaimana aku bisa lari, padahal hanya lahat ini ruang yang tersisa bagiku.
Tak ada sesuatu yang lebih ngeri daripada tempat kembali yang satu ini.
Tak ada ruang yang lebih gulita daripada kubur ini.
Apakah setiap orang mampu memayangkan semua ini?
Ayat yang bermaksud:
Sampai ketika maut mendatangi salah seorang dari mereka, ia berkata,”Duhai Rabbku, kembalikan aku(kedunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhada yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang di ucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka di bangkitkan”
(al- Mukminun : 99-100)
Sekali-kali tidak! Mengapa sekarang kamu baru mengingat hisab? Mengapa baru sekarang kamu bertaubat dan berhenti dari maksiat?
Wahai orang-orang yang berpaling dari masjid, bagaimana dengan solatmu?
Wahai orang yang berpaling dari Al-Quran…wahai orang yang meremehkan hukum Allah…. Wahai mereka yang tenggelam dalam maksiat… Wahai para pemuja gambar yang di haramkan Allah….
Mengapa baru sekarang kalian bertaubat” kemana saja kalian selama ini?
Itulah Malam pertama di alam kubur….
Buku ni tak de hak cipta(boleh di gunakan oleh sesiapa, jadi saya gunakannya)
DARI BUKU MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR
Dr. A’idh Al-Qarni, M.A
Dr. Muhammad bin Abdrahman Al-Uraifi
Syaikh Muhammad Husain Ya’qub
Segala yang baik itu datangnya dari Allah manakala yang buruk itu adalah kelemahan diriku sendiri.
Dari : http://www.hijab-batik.com.
Wassalam.










.....Khas untuk orang Seremban. Pertanyaan dan tempahan, bolehlah hubungi Kak Faridah...., tel 012-2243696.
